Platform Operasi Pelanggan Berbasis AI
Respons penjualan yang selalu online untuk UMKM Indonesia di WhatsApp
01 / Business Challenge
Bisnis kecil Indonesia menjalankan penjualan di WhatsApp, namun pemilik kehilangan jam setiap hari menjawab pertanyaan yang sama — harga, stok, pengiriman, pembayaran. Respons lambat berarti penjualan hilang, dan sebagian besar produk chatbot AI terlalu mahal atau terlalu umum untuk pasar margin rendah.
Masalah bisnisnya bukan "bangun bot." Melainkan: bagaimana bisnis kecil tetap responsif dan menangkap setiap prospek tanpa merekrut lebih banyak orang?
02 / Solution
Platform operasi pelanggan WhatsApp-first yang secara otomatis menangani percakapan penjualan berulang, mengirim informasi katalog dan produk, menangkap prospek, dan mengeskalasi chat kompleks ke manusia.
Diposisikan di sekitar kendala komersial yang ketat — otomasi yang benar-benar mampu dibayar UMKM — bukan sekadar AI di baliknya.
03 / Execution
Saya memegang strategi produk dan pembangunan: mendefinisikan gesekan penjualan UMKM, memetakan perilaku chat pembeli Indonesia nyata di sembilan kategori niat, dan merancang pipeline deterministik-pertama yang menggunakan AI hanya sebagai fallback.
Keputusan eksekusi kunci:
- Tanpa biaya LLM per pesan di tier masuk — routing deterministik menjaga harga di Rp50–59rb/bulan, selaras dengan kemauan membayar.
- Serah terima ke manusia untuk alur sensitif — pembayaran, refund, dan komplain selalu dieskalasi, karena otomasi yang salah menghancurkan kepercayaan.
- Kotak masuk pesan tak dikenal sebagai loop pembelajaran — chat yang tidak cocok dikembalikan ke sistem, bukan dibuang.
04 / Business Impact
Platform ini membuat respons pelanggan yang instan dan konsisten menjadi realistis secara finansial bagi bisnis kecil. Mengurangi waktu respons, menangkap prospek yang seharusnya hilang, dan membuktikan model operasi berbasis AI yang dapat diulang di pasar sensitif harga.